BBKK Surabaya Bergerak Cepat Pastikan Kesehatan 17 ABK Korban Kecelakaan KM Khatulistiwa 8 di Tuban

Tuban, 8 Oktober 2026 – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya melalui Wilayah Kerja Tuban bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan kepada 17 awak kapal yang berhasil dievakuasi dari kecelakaan KM Khatulistiwa 8 di perairan Laut Jawa, wilayah Tuban, Jawa Timur, pada Rabu malam (7/10/2026).
Berdasarkan laporan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, kapal berbendera Indonesia dengan tonase kotor GT 1.245 tersebut bertolak dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah, sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam perjalanan, kapal dilaporkan mengalami kebocoran setelah bertabrakan dengan tongkang di sekitar perairan Tuban. Informasi kejadian diterima agen pelayaran sekitar pukul 21.37 WIB dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi unsur keselamatan pelayaran.
Sebagai bagian dari upaya penyelamatan, pihak syahbandar mengerahkan kapal TB Amazon dan TB Multi untuk membantu proses evakuasi. Sebanyak 17 awak kapal, termasuk nakhoda, berhasil diselamatkan oleh TB Amazon sekitar pukul 23.07 WIB dan dievakuasi menuju Terminal Khusus Semen Indonesia Tuban. Sementara itu, satu awak kapal yang menjabat sebagai Mualim I dilaporkan masih dalam pencarian berdasarkan informasi awal dari pihak berwenang.
Pemeriksaan Kesehatan Seluruh Korban Selamat
Setibanya di Gedung Dermaga Pelabuhan Semen Indonesia Tuban, seluruh 17 korban selamat langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis BBKK Surabaya Wilayah Kerja Tuban yang berkolaborasi dengan tim medis RS. Semen Indonesia Group Tuban ( RS SIG Tuban).
Pemeriksaan dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan korban pascakecelakaan, mengidentifikasi kemungkinan cedera maupun gangguan kesehatan, serta menentukan kebutuhan penanganan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, 15 awak kapal dinyatakan dalam kondisi sehat, sementara dua lainnya mengalami luka ringan. Untuk mendukung kesiapsiagaan pelayanan medis, ambulans BBKK Surabaya Wilayah Kerja Tuban bersama ambulans RS. Semen Indonesia Group Tuban ( RS SIG Tuban) turut disiagakan guna mengantisipasi kebutuhan penanganan lanjutan maupun rujukan medis apabila diperlukan.
Kolaborasi kedua tim medis tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan para korban memperoleh pelayanan kesehatan secara sigap dan terpadu setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan.
Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Kedaruratan
Selain memberikan pelayanan kesehatan, BBKK Surabaya Wilayah Kerja Tuban juga berkoordinasi dengan berbagai unsur lintas sektor, meliputi KSOP Kelas III Tanjung Pakis, BASARNAS, POLAIRUD, Port Operation Semen Indonesia Tuban, agen kapal PT EKS, Polsek Jenu, serta RS. Semen Indonesia Group Tuban ( RS SIG Tuban).
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses evakuasi, penerimaan korban, dan pelayanan kesehatan dapat terlaksana secara terpadu sesuai tugas dan kewenangan masing-masing instansi.
Dalam penanganan kejadian tersebut, BBKK Surabaya berfokus pada aspek pelayanan kesehatan melalui kesiapsiagaan petugas, pemeriksaan kondisi seluruh korban selamat, serta koordinasi kebutuhan dukungan medis bersama fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi terkait.
Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Pelabuhan
Keterlibatan BBKK Surabaya dalam penanganan kecelakaan KM Khatulistiwa 8 mencerminkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan di wilayah pelabuhan, tidak hanya dalam pelaksanaan pengawasan kesehatan rutin, tetapi juga dalam mendukung penanganan situasi kedaruratan yang melibatkan awak kapal dan pelaku perjalanan.
Melalui kesiapan petugas, dukungan fasilitas medis, serta penguatan koordinasi lintas sektor, BBKK Surabaya terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang sigap, profesional, dan berorientasi pada keselamatan manusia.
Keselamatan korban menjadi prioritas, sementara kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan dalam menghadirkan penanganan kedaruratan yang cepat, tepat, dan terpadu.

