Mahasiswa National University of Singapore Belajar Kekarantinaan Kesehatan di BBKK Surabaya

Mahasiswa sedang memperhatikan layar thermal scanner sambil mendengarkan penjelasan dari petugas BBKK Surabaya.
Sidoarjo, 28 Juli 2026 – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya menerima kunjungan edukatif mahasiswa National University of Singapore (NUS) dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) dalam rangka Program inbound UNAIR-NUS 2026, yang mengambil tema “Travel Medicine and Global Health in East Java, Indonesia”. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran lintas negara yang mempertemukan perspektif kesehatan global, travel medicine, dan inovasi kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara.
Sebanyak 16 mahasiswa Biomedical Engineering NUS, 4 mahasiswa Fakultas Kedokteran UNAIR, serta dosen pendamping hadir di kantor BBKK Surabaya, Juanda pada Senin (27/7). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai implementasi surveilans kesehatan, sistem kekarantinaan kesehatan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan dalam mendukung keamanan dan keselamatan pada pelaku perjalanan internasional.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai kesehatan haji dan travel medicine di Indonesia, termasuk penanganan risiko kesehatan pada jamaah haji, vaksinasi, hingga upaya pencegahan penyakit pada pelaku perjalanan. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan materi tentang sistem surveilans kesehatan di pintu masuk negara yang menjadi garda terdepan dalam deteksi awal dalam penanggulangan penyakit lintas wilayah maupun lintas negara.
Tidak hanya belajar teori di dalam kelas, para mahasiswa juga diajak melakukan observasi lapangan langsung di Terminal 2 Bandara Juanda, yang merupakan salah satu area kerja dari BBKK Surabaya. Mereka melihat secara langsung operasional skrining penyakit menular di lokasi thermal scanner. Di Ruang thermal scanner inilah Mahasiswa belajar deteksi dini penyakit menular terhadap penumpang yang berpotensi mengidap penyakit menular saat melakukan perjalanan. Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi langsung dengan petugas thermal scanner. Terkait pengawasan lalu lintas penumpang internasional.
Mereka juga dikenalkan pada aplikasi “ALL Indonesia” yang merupakan sebuah aplikasi hasil terintegrasi pengawasan CIQ (Custom, Immigration, Quarantine) milik pemerintah Indonesia. Form deklarasi kesehatan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), dapat diakses pada aplikasi ini dan wajib diisi oleh PPLN sesaat sebelum mendarat di pintu masuk Indonesia. Data deklarasi kesehatan akan digunakan sebagai data surveilans yang akan mendukung kesiapsiagaan terhadap penyakit potensial wabah yang mungkin terjadi.
Kunjungan berlanjut ke ruang karantina atau ruang isolasi yang yang masih berada di area Terminal 2 Bandara Juanda. Di lokasi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai fungsi ruang dan cara kerja karantina sebagai fasilitas penanganan awal bagi pelaku perjalanan yang memerlukan observasi lebih lanjut sebelum mendapatkan tindakan medis lanjutan. Peserta juga berkesempatan meninjau fasilitas klinik Kesehatan BBKK Surabaya yang memiliki fungsi layanan kesehatan terbatas termasuk untuk penanganan kegawatdaruratan kesehatan yang dapat terjadi di area bandar udara.
Kepala BBKK Surabaya, Dr. Rosidi Roslan menyampaikan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam membangun pemahaman lintas disiplin dan lintas negara terhadap pentingnya sistem kesehatan di pintu masuk negara.
“Bandara bukan sekadar tempat perpindahan manusia, tetapi juga menjadi titik krusial dalam menjaga mobilitas keamanan kesehatan global. Melalui kunjungan ini, kami berharap para mahasiswa dapat melihat secara nyata bagaimana surveilans kesehatan, teknologi, dan pelayanan publik bekerja secara terintegrasi untuk melindungi Masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan harapan agar pertemuan antara BBKK Surabaya, Universitas Airlangga, dan National University of Singapore dapat terus terjalin dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi kesehatan, serta penguatan jejaring kesehatan global di masa mendatang. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran lintas negara, BBKK Surabaya terus berkomitmen menghadirkan pelayanan dan sistem kekarantinaan kesehatan yang adaptif, modern, dan berdaya saing global. (ptu).

Petugas BBKK Surabaya sedang memberikan materi dalam rangka haji dan juga pelaku perjalanan internasional

Antusias para mahasisiwa dalam mengikuti rangkaian acara
